Posts

Showing posts from 2019

BERTENGKAR DENGAN PIKIRAN

Image
Aku mencoba memfokuskan pikiran dengan cara membaca buku. Aku mencoba mengalihkan pikiran dengan cara membaca buku. Namun buku yang aku baca tak dapat membuatku fokus dan mengalihkan pikiran. Argh ....

SURVIVE

Image
Inilah yang selalu kutunggu. Telah lama kita tak menghabiskan waktu bersama di alam lepas. Kaki gunung dengan pemandangan danau luas tepat berada di hadapan kita. Tepi danau ini menjadi saksi kerinduan kita yang terlanjur memuncak sedari lama.

AKU TANPA HATI

Image
Salah satu kata yang membuat hati dongkol: ter-tipu. Entahlah, saat tertipu pun masih bisa ter-senyum. Antara senyum miris dan geli. Alangkah-alangkahnya.

LAGU SADIS

Image
Perjalanan Lubuklinggau-Jambi hari ini bisa dikatakan sadis, kejam, nan menggelitik. Kok bisa? Playlist lagu yang diputar selama perjalanan sangat menggugahku. Walaupun lagu yang diputar bukanlah lagu-lagu terbaru. Namun, dari sebagian besar playlist lagu tersebut aku mengetahui dan aku menikmatinya. Menikmatinya tempo dulu dan tempo sekarang.

AKU INGIN MENJADI MATAHARI

Image
Pagi buta ini, dingin. Cuaca mendung, berawan, namun tak gelap. Matahari masih berusaha menampakkan sinarnya seterang-terangnya, sehangat-hangatnya. Matahari memang begitu, ia tak peduli dengan apa yang terjadi. Yang terpenting adalah ia bisa hadir dan berguna.

KATA NENEKNYA

Image
Aku terlanjur letih. Mataku terpejam tanpa disadari. Sepertinya aku tertidur sesaat setelah pesawat lepas landas. Ah ... aroma pesawat ini membuatku tenang. Aku tertidur dengan tenang. Tak tahu berapa lama.

SEKEJAM ITUKAH CINTA?

Image
Di bawah terik matahari pagi, aku terduduk, temangu dalam diam. Di bawah pohon rindang tepatnya. Pikiranku melesat beberapa menit ke belakang.

KETIKA AKSARA MENJADI HIDUP, BERNYAWA, DAN BERNAPAS

Image
Ketika aksara benda menjadi hidup, bernyawa, dan bernapas.

MENGHARGAI KEBOSANAN

Image
Pernahkah kamu merasakan bosan dalam hidupmu? Pernahkah kamu merasa tak mempunyai semangat hidup dalam hari-harimu?

MASALAH ATAU SOLUSI?

Image
Kita tak pernah tahu, apa yang akan terjadi nanti? Kita tak pernah tahu, akan jadi apa kita nanti?

SUATU KISAH MASA LAMPAU

Image
Pertama, izinkan aku mengadu sedikit kesah dari tadi siang. Lengan, kaki, dan mukaku terasa teramat panas di dalam, kepala pusing karena panas yang terlanjur menyengat.

KALAU RINDU, YA KATAKAN RINDU!

Image
"Hahahaha ... siapa kamu?" suara itu menggelegar di gendang telingaku. Tak habis pikir, hanya perkara sepeleh, semua menjadi besar.

SALAH ATAU MENCOBA

Image
Aku temangu dalam kegelapan malam, melirik gemintang yang berhamburan. Sore tadi rinai hujan membasahi bumi, lantas pelangi datang mewarnai langit. Oh, sungguh elok. Namun, tak seelok diriku.

IMAJINASI

Image
"Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik masa depan. Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imajinasi."

SIAPA MUSUH TERBESARMU?

Image
Senin pagi lalu, aku terlanjur letih. Ya ... mungkin wajar saja, hari Minggu aku bekerja full sebagai freelancer event organizer dan baru bisa beristirahat sekitar pukul 12 lewat dini hari. Ah ... rasanya badan ini mulai protes.

KETIKA KAMU YAKIN, MAKA PERTAHANKANLAH

Image
Di puncak Gunung Api Purba, malam itu terlanjur dingin. Untungnya tak ada badai saat itu. Walaupun demikian, tetap saja tebalnya jaket tak mempan menahan dingin yang menusuk. Secangkir kopi hangat menemani  kami saat itu.

MABUK SENJA

Image
Kamu tidak akan mengerti jika tidak merasakan langsung.

TIDAK PASTI ADALAH KEMUNGKINAN TERBESAR

Image
“Hidup ini memang penuh dengan ketidak-pastian. Apa yang ia pikirkan, belum tentu sama dengan yang aku pikirkan.”

Tutorial Bunuh Diri Ala Penyap (Novel Fiksi Bernyawa Nyata)

Image
Sebelum membicarakan novel yang berakhir sedih ini, aku ingin mengucapkan terima kasih pada storial.co yang telah merekomendasikan bacaan ini untuk aku review. Bagi kamu yang ingin membaca novel ini silakan klik link ini.

MENGUKUR KUALITAS PEMIMPIN DARI APA YANG IA LAKUKAN DENGAN KEKUASAANNYA (Lingkaran Kopdar #6)

Image
Negara ideal adalah negara yang dipimpin oleh seorang filsuf yang memiliki pengetahuan. Kalimat ini diungkapkan Plato (seorang filsuf pada zaman Yunani kuno) dalam paper yang dibuat oleh Mas Yanza Ahaddin Fahmi. Paper yang berjudul Plato dan Negara Ideal ini telah didiskusikan pada Minggu, 24 Februari 2019, di Sang Kopi. Topik yang diusung Mas Yanza sangat hangat, apalagi sekarang kita sedang berada di tahun politik. Jelas saja topik ini bisa menjadi topik yang hangat sekaligus sensitif untuk diperbincangkan.

AKU (TAK) MEMILIH

Image
‘Pagi ini sangat cerah. Terima-kasih Tuhan untuk hari yang cerah ini. Apa kabarmu Tuhan?’ pikirku melayang di pagi buta yang cerah itu. Seperti biasa, setiap pagi, Senin-Jumat, aku mulai bersiap-siap berangkat kerja. Tepatnya pukul 07.00 WIB. Perjalanan dari rumah ke kantor memang tak dekat. Aku tinggal di daerah Jakarta Timur, Duren Sawit, sedangkan kantorku berada di Jakarta Pusat. Ya, setidaknya butuh waktu nyaris satu jam, jika menggunakan transportasi umum.
Seperti biasa, aku berjalan kaki terlebih-dahulu untuk keluar komplek (sekitar 10 menit). Kemudian, aku menunggu metromini tujuan Kampung Melayu. Setelah tiba di Kampung Melayu, aku pun bergegas menuju Bus Trans-Jakarta tujuan Pasar Senen. Ah, pemandangan yang umum terjadi. Para pekerja berdesak-desakan menaiki bus ini. Aku pun termasuk salah satunya. Ini sudah menjadi sarapan pagiku, aku pun mensiasati dengan tidak menggunakan seragam kantor saat pergi. Setiap pagi, selama perjalanan dari rumah ke kantor, bajuku pasti kuyup ka…

JANGAN JADI SEPERTI ADAM DAN HAWA YANG TERJERUMUS KARENA HOAKS (Lingkaran Kopdar #5)

Image
Topik Kopi Darat ke-5 Majelis Lingkaran kali itu sangat enak untuk disantap apalagi suguhan awal dari tuan rumah yang menyajikan rujak mi untuk kami peserta diskusi. Ah ... sore itu terasa nikmat, walaupun hujan melanda tapi beberapa peserta ternyata telah tiba di tempat tepat sebelum hujan turun. Namun, nasib beruntung itu tak berpihak padaku. Di tengah-tengah perjalananku menuju lokasi, hujan turun semakin lebat. Karena merasa tanggung sudah berada di tengah perjalanan, aku pun menepi dan mengenakan jas hujan (maklum, waktu itu menggunakan motor saat menuju ke lokasi). Rezeki dari Tuhan benar-benar nikmat, setelah diguyur hujan, sesaat setelah tiba di rumah Mbak Desi dan Bang Ben, aku langsung dipersilakan menyantap rujak mi yang telah terhidang di meja makan. Wah, nikmatnya .... Tak lama setelah kami menyantap sajian khusus dari tuan rumah, diskusi pun dimulai.

Hujan Turun dari Bawah: Puisi yang Hidup nan Berwarna

Image
Hujan turun dari bawah ... hujan jenis apa yang turun dari bawah? Itulah hal yang pertama kali aku pikirkan ketika mulai membaca buku puisi ini. Lantas pikiranku semakin liar. Apakah maksud dari judul ini? Misalkan hujan itu turun dari bawah, berarti masih ada tempat yang lebih bawah lagi dari tempat hujan itu turun. Atau mungkin, hujan itu turun karena berasal dari bawah. Ya mungkin maksudnya, dari air yang berada di bumi, kemudian menguap menjadi awan, dan akhirnya turunlah hujan, oleh karena itu disebut hujan turun dari bawah, apakah benar demikian? Begitu banyak interpretasi yang hadir hanya untuk judulnya saja.

HEMAT = MISKIN, BOROS = KAYA (Lingkaran Kopdar #4)

Image
Topik kopdar ke-empat sebenarnya sangat menarik, tapi kala itu cuaca benar-benar tak mendukung. Semulanya akan dilaksanakan pada Minggu, 10 Februari 2019, namun diundur menjadi Selasa, 12 Februari 2019, di tempat yang sama. Awalnya, aku sangat ingin tahu lebih dalam lagi perihal topik ini, namun apalah daya hari Selasa itu pun aku tak bisa hadir karena masih dalam waktu kerja kantor. Tak apalah. Mungkin, belum waktunya. Aku pun mencukupkan diri dengan membaca paper yang diberikan oleh pemantik: Mbak Martini.

Kayu Menjadi Debu

Image
Bisakah sebongkah kayu menjadi debu?
Ya, sangat bisa ... Kau hanya butuh api. Kemudian membakarnya.
Hingga menjadi abu.
Sebagai pelengkap, silakan kau undang angin untuk membawanya terbang jauh.

APAKAH CARA BERKOMUNIKASIMU SUDAH BAIK? BERIKUT TIPS KOMUNIKASI YANG BAIK (Lingkaran Kopdar #3)

Image
Setelah membaca tulisan dari Muhammad Yazir, aku langsung teringat dengan film India yang berjudul ‘PK’. Pada film tersebut, di menit ke-35, pemeran utama menumpahkan kebingungannya mengenai penggunaan kata ‘Accha’ pada bahasa India. Ya, kata ‘Accha’ dalam bahasa India mengandung banyak makna, tergantung dari konteks, penggunaan, dan nada bicaranya. Hal tersebut masuk dalam kategori ‘semantik’.
Semantik adalah salah satu cabang linguistik yang mempelajari arti/makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lainnya. Semantik pun banyak jenisnya, salah satu yang baru aku ketahui, seperti bahasa pemrograman (bahasa C, C++, Java, PHP, BASIC, dsb.) juga termasuk dalam kategori semantik. Waw, jadi selama bangku perkuliahan pun aku mempelajari salah satu jenis ilmu ini. Mungkin, bahasa kalbu pun termasuk dalam salah satu jenis semantik #hahaha.



Kembali pada tulisan yang dibuat oleh Bang Yazir. Tulisan tersebut berjudul ‘MAKIAN (POSITIF) DALAM BAHASA COEL’ atau dalam ver…

Bait Kasih

Image
Kasih, sore ini kau hadir dengan jinggamu yang menghangatkan, namun tak membakar. Tak cukupkah kau hanya datang dengan membawa cinta dan kasih? Mengapa kau juga meletakkan rindu di bagian bawah bawaanmu itu? Mengapa? Kasih, kau begitu egois ... dengan parasmu yang menawan ... kau bius aku bak hipnoterapi ... yang kemudian, selanjutnya membuat aku bergantung padamu ... tak bisa tanpamu. Kasih kau jahat. Kau tega.
Beri aku sedikit ruang dan waktu dengan atau tanpa kau ...

BERTANYA DENGAN TANDA TANYA (?) (Lingkaran KOPDAR #2)

Image
“Apa pentingnya bertanya menurutmu?”
“Wah sangat penting! Dari pertanyaan tersebut kita dapat mengukur bagaimana kualitas seseorang tersebut. Kau pernah mendengar ungkapan dari Pierre Marc Gaston, seorang politikus Perancis,`kan? Katanya, It is easier to judge the mind of a man by his question rather than his answer.
“Ya, aku pernah mendengarnya. Pada dasarnya menilai adalah suatu hal yang membutuhkan proses. Menilai seseorang dari ‘pertanyaannya’ atau dari ‘jawabannya’ adalah bukan hal yang sepele. Kita tidak bisa langsung serta-merta menuduh orang tersebut dari pertanyaannya atau jawabannya. Kita perlu menelaah, melihat mimik mukanya, dan latar belakangnya saat melontarkan kalimat tersebut. Setidaknya kita perlu sedikit belajar sikologi, mungkin?!”
“Ya, betul sih ... namun tetap saja kita dapat menilainya dari sana, `kan? Emh ... perihal susah atau gampangnya menilai dari pertanyaan atau jawaban, lantas seberapa pentingnya kedua hal tersebut, sepertinya bisa sedikit kita tapikkan. Kit…

Nusantara Berkisah dengan Sejuta Arti Hidup #sayabelajarhidup

Image
‘July, semangat selalu! Semoga harimu selalu menyenangkan! Trus menulis ....’
Alhamdulillah, aku mendapatkan buku yang luar biasa ini dari salah satu penulisnya: Mbak Mimi La Rose. Kalimat di atas ia tuliskan setelah menandatangani pada halaman pertama buku ini. Terima kasih Mbak Mimi atas bukunya dan sudah bersedia mengantarkan langsung ke kantor. Alangkah baiknya Mbak ini. Aku patut bersyukur mengenal orang sebaik dia.
Buku yang ia berikan adalah kumpulan cerpen dengan judul ‘#sayabelajarhidup: Nusantara Berkisah' – S. Dian Andryanto bersama 30 penulis, dan Mbak Mimi adalah salah seorang penulis dalam buku ini. Ia berkontribusi dua tulisan dalam buku ini.
Buku dengan 196 halaman + cover ini diterbitkan oleh Langgam Komunika. Sampul depan buku ini menampilkan seorang anak yang sedang bermain layangan dan terdapat beberapa layangan di atasnya, ditemani senja dengan jingga yang khas. Ya, ilustrasi yang benar-benar menggambarkan salah satu aktivitas yang sering dilakukan oleh anak-ana…

Halo Sastra! Apa Kau Baik-baik Saja di Revolusi Industri 4.0? (Lingkaran KOPDAR #1)

Image
Halo Sastra! Apa kabarmu di sana? Akankah kau baik-baik saja? Hari semakin menua, apakah kau masih kuat dan gagah? Apakah kau masih dapat merasakan debur ombak di lautan, deru hujan badai, angin topan yang menerpa, dan melihat matahari yang jingga? Masihkah kau bisa bersahabat dengan masa?

MAU HIDUP ABADI? MENJADI NARABLOG JAWABANNYA!

Image
Kamu bisa abadi melalui tulisan, tapi kamu juga bisa hancur melalui tulisan. Salah satu senjata paling mutakhir selama berabad-abad hingga sekarang adalah tulisan. Apalagi pada era digital seperti sekarang ini, melahirkan dan menyebarkan tulisan bukanlah suatu perkara yang sulit. Salah satu cara termudah adalah membuat tulisan dan menyebarkan melalui sosial media. Sudah tahu kekuatan sosial media pada era sekarang `kan?! Sungguh me-mukau!

MEMBUNUH RINDU

Image
Kau tahu rasa ini!
Bahkan mungkin kau sangat tahu!
Tapi mengapa kita begitu naif, begitu angkuh?
Jangan kira hanya kau saja yang merasakan. Aku pun begitu. Aku pernah menanyakan padamu,
'apakah memBUNUH rindu termasuk salah satu tindak pidana?'
Kau hanya menjawab sekenanya: 'aku bukan ahli hukum...' begitu kau jawab.
Kau harusnya mengerti, kita tidak sedang benar-benar berbicara tentang hukum pidana. Kita sedang membicarakan perasaan. Rasa...
Kau masih mempunyai rasa kan?
Begitupun aku...
Kita naif. Ketika aku dan kau sedang gusar, terlalu sensitif, selalu menanyakan hal yang tidak penting, cemburu yang meng-gila-i, berarti kita sedang me-rindu. Kau tahu rindu kan? Rindu telah bersahabat dengan cinta.
Mereka telah lama menjalinnya.
Mungkin ketika dunia ini mulai diciptakan.
Harusnya kita tahu dan mengerti itu sejak awal bertemu!
Namun, mengapa perihal ini seolah tak pernah habis-habisnya? Jangan sampai rindu ini menguap, lalu terbang dibawa angin.
Syukur-syukur ia jatuh pada hati yang te…

(Siapa) Cerita Cinta?

Image
Mengapa cerita cinta selalu nikmat untuk disantap?
Apakah karena cerita cinta tak mengenal waktu dan zaman? Apakah memang cerita cinta adalah cerita yang abadi? Atau cerita cinta adalah cerita sejuta umat? Namun, mengapa terkadang aku malah bosan dengan cerita cinta?

Apakah karena aku sudah tak mengenalnya lagi???

Berimajinasi Bersama Novel Anti-Mainstream: Curriculum Vitae

Image
Kata Anak Ayam: Ketika sebuah pedang dengan kilau terindah yang pernah kulihat tertancap di tubuhku, aku sebenarnya baru saja menikahimu. Sama halnya seperti membaca Novel CURRICULUM VITAE; 106 Urusan, 90 Perumpamaan, 11 Tokoh, dan Sepasang Kegembiraan. Ketika kamu mulai memutuskan untuk membaca novel ini maka bersiaplah, kamu akan dirasuki dengan hal yang tak biasa. Hingga akhirnya imajinasimu akan mengawini alam bawah sadarmu.