Orang Jelek Itu Ilegal! Peraturan Aneh Ini Dulu Benar Ada! Simak Penjelasannya Pada No. 3

Kelakuan orang-orang dulu memang terkadang aneh-aneh saja. Mulai dari peraturan, sikap, hingga alat yang mereka gunakan. Bahkan bisa jadi kita tak akan menyangka dengan hal-hal yang dilakukan orang-orang tersebut. Termasuklah kelima hal ini!
  1. Thanksgiving

Referensi pihak ketiga
Sebelum ada Halloween, ada hari Thanksgiving. Orang-orang biasa berdandan dengan kostum, berlari di jalan-jalan kota membuat kebisingan, dan pergi ke pesta kostum pada hari Thanksgiving.
Menurut NPR, tradisi itu begitu dicintai sehingga pada tahun 1897 LA Times melaporkan bahwa Thanksgiving adalah waktu tersibuk setiap tahun bagi para produsen dan pedagan dengan topeng dan wajah palsu. Jika hal itu tidak cukup untuk membuat menggelengkan kepala, anak-anak berkostum juga akan berbaris di sekitar lingkungan mereka dan meminta orang dewasa untuk memberikan mereka permen.
2. Ketika rokok menyembuhkan asma

Referensi pihak ketiga
Ternyata, Dokter Oz bukanlah dokter pertama yang bonafide untuk memberikan nasihat medis yang mengerikan. 100 tahun yang lalu bukan hal yang umum bagi dokter untuk mengabaikan risiko merokok, tetapi kadang-kadang mereka juga akan muncul di iklan rokok untuk mengatakan hal-hal seperti, rokok memberikan dapat bantuan sementara penderita asma.
Yang lebih menyedihkan lagi, iklan rokok yang didukung dokter itu bertahan dengan baik hingga tahun 60-an, ketika dokter bedah akhirnya berkata, Hei, coba tebak, kamu semua benar selama ini, merokok itu buruk bagimu.
3. Ketika jelek itu ilegal

Referensi pihak ketiga
Seratus tahun yang lalu, di banyak kota besar Amerika Serikat, menjadi jelek adalah perbuatan ilegal. Menurut Chicago Tribune, pada tahun 1881, Alderman James Peevey memutuskan bahwa ia memiliki cukup banyak kengerian jika melihat orang jelek. Jadi ia membuat peraturan untuk melarang orang yang sakit, cacat, dimutilasi, atau dengan cara apa pun berada di tempat umum. Baginya objek yang tidak sedap dipandang atau menjijikkan mungkin akan membuat orang tidak nyaman. Jika kamu dianggap terlalu jelek untuk berada di depan umum, maka kamu harus membayar denda $ 1 hingga $ 50 (yang merupakan jumlah yang layak pada masa itu).
Setelah Perang Dunia I, ketika para veteran kembali ke rumah dengan anggota badan yang hilang dan bekas-bekas luka pertempuran yang lain, opini publik terhadap orang-orang cacat mulai berubah, tetapi hukum yang buruk tetap ada di buku-buku dan penegakannya terus berlanjut sampai tahun 1950-an.
4. Tukang bangun tidur

Referensi pihak ketiga
Sebelum jam alarm diciptakan, orang masih harus bangun di pagi hari. Beberapa orang mempraktekkan seni minum berlebihan, atau minum begitu banyak air sebelum tidur sehingga kamu bangun lebih awal karena kamu harus buang air kecil. Sungguh cerdik, bukan!
Ada juga metode lain yang lebih tepat untuk memastikan kamu bangun di pagi hari, untuk berjaga-jaga jika kandung kemih kamu tidak terlalu dapat diandalkan. Menurut BBC, di Inggris dan Irlandia, sebenarnya ada profesi yang disebut pengetuk pintu. Entah bagaimana kamu dapat menggambarkan jenis pekerjaan seperti ini.
5. FIlm zaman dulu

Referensi pihak ketiga
Jadi sebelum ada smartphone ada pesawat televisi, dan sebelum ada televisi ada layar film, dan sebelum orang gua hanya menatap refleksi mereka sendiri di kolam.
Di antara semua itu di suatu tempat ada yang dinamakan pertunjukan lentera ajaib, yang merupakan bentuk awal hiburan layar yang mendahului bioskop oleh beberapa ratus tahun dan bertahan dengan baik ke abad ke-20. Menurut Boston Globe, teknologinya sederhana, seorang seniman akan melukis gambar pada sepotong kaca, dan kemudian gambar akan diproyeksikan ke layar, seperti presentasi PowerPoint.
Referensi dari Grunge.com/119815/things-normal-100-years-ago-strange-now/

Popular

LOMBA MENULIS CERITA PENDEK HARI PAHLAWAN PRESENT by BELIGAT UPDATE.COM & JOLORO 72 STORE

Lidah Mertua: Kumpulan Puisi yang Sangat Menggugah Hati

Asiknya Mandi di Air Terjun Sando, Lubuklinggau, Sumatera Selatan

Kamu Adalah Pemenang Jika Berhasil Menghatamkan Sang Pemenang Berdiri Sendiri (Review Novel Karya Paulo Coelho)

Pengumuman 11 Nominasi Cerpen Terbaik Lomba Menulis Cerpen Tema Pahlawan