Berani Coba? Benteng Bersejarah Ini Menjadi Sarangnya Wabah Penyakit!

Sejak abad ke 18, Rusia mulai membangun banyak benteng untuk pertahanan mereka di daerah perbatasan. Sejak saat itu, Rusia mulai membangun lebih dari 40 benteng antara pantai selatan dan utara Teluk Finlandia, mengamankan wilayah ini bahkan lebih.

Referensi pihak ketiga
Sama halnya dengan benteng yang lain, benteng satu ini awalnya memang dibuat sebagai benteng pertahanan. Namun, seiring berjalannya waktu malah beralih fungsi menjadi tempat wabah penyakit. Kok bisa ya? Begini ceritanya!

Referensi pihak ketiga
Benteng ini bernama Alexander, yang dibangun antara tahun 1838 dan 1845. Benteng ini berdiri di atas pulau buatan yang berbentuk oval 90 x 60 meter. Bangunan dibuat 3 lantai, yang terdiri dari satu halaman di tengah dan sebuah ruangan yang dapat menampung 1.000 tentara.

Referensi pihak ketiga
Awalnya benteng ini dibangun dengan tujuan sebagai basis militer. Sebenarnya, dengan berdirinya benteng ini sudah cukup untuk mencegah siapa pun yang mencoba menyerang St. Petersburg. Ada 103 meriam dengan tambahan ruang di atap untuk 34 senjata.

Referensi pihak ketiga
Namun, pada tahun 1900, benteng ini tidak terlalu efektif sehingga dijadikan tempat penelitian wabah penyakit. Isolasi di tempat ini dari daratan merupakan tempat yang ideal bagi ilmuwan Rusia untuk mempelajari virus mematikan seperti kolera, tetanus, dan bahkan wabah Sampar atau Black Death.

Referensi pihak ketiga
Pertarungan sesungguhnya berada di dalam tembok Benteng Alexander yang berperang melawan wabah. Dalam beberapa tahun, Rusia mendirikan laboratorium wabah di Benteng Alexander untuk mempelajari patogen penyebab Black Death atau wabah Sampar dan mengembangkan vaksin.

Referensi pihak ketiga
Sebuah esai yang ditulis pada tahun 1907 menggambarkan hewan laboratorium yang diinokulasi dengan wabah untuk mengekstrak serum darah mereka untuk mengembangkan pengobatan dan pencegahan wabah: kelinci, kera, bahkan kuda.
Laboratorium yang terisolasi ini kemudian digunakan untuk mempelajari penyakit menular lainnya, termasuk kolera dan tetanus, menurut Atlas Obscura. Laboratorium ini ditutup pada tahun 1917, dan angkatan laut Rusia menggunakan benteng tersebut sebagai fasilitas penyimpanan sampai ditinggalkan pada tahun 1980-an. Menurut Atlas Obscura, kemudian tempat ini menjadi tempat yang populer untuk rave ilegal -pesta tarian semalam suntuk- dan tidak terpakai.

Referensi dari Ikons.id/benteng-wabah-rusia-dimana-ilmuwan-bertempur-melawan-kematian-dan-kalah/

Popular

LOMBA MENULIS CERITA PENDEK HARI PAHLAWAN PRESENT by BELIGAT UPDATE.COM & JOLORO 72 STORE

Asiknya Mandi di Air Terjun Sando, Lubuklinggau, Sumatera Selatan

Lidah Mertua: Kumpulan Puisi yang Sangat Menggugah Hati

Kamu Adalah Pemenang Jika Berhasil Menghatamkan Sang Pemenang Berdiri Sendiri (Review Novel Karya Paulo Coelho)

Pengumuman 11 Nominasi Cerpen Terbaik Lomba Menulis Cerpen Tema Pahlawan