Perlukah Rasa Cemburu?

102. Cemburu …

Perlu ga sih cemburu?

Tergatung konteks dan cemburu dalam artian apa ni. Berdasarkan KBBI cemburu adalah perasaan tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik; kurang percaya; curiga. Jika cemburu dalam artian positif, maka jawabannya adalah IYA, bahkan WAJIB. Hal ini juga diperjelas dalam Al-Qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain.” (Al-Hujurat/49:12)

Prasangka adalah dugaan yang belum tentu kebenarannya dan seringkali cemburu hanya berlandaskan suatu prasangka saja; sangat jelas, hal tersebut tidak dianjurkan. Cemburu yang boleh kamu lakoni adalah cemburu akan suatu hal yang pasti bukan hanya prasangka saja. Tetapi, jangan juga kamu mencari-cari kesalahan karena terlalu cemburu buta.

Lantas, bagaimana cemburu yang seharusnya kita lakoni dalam kehidupan sehari-hari?
Rasa cemburu dalam hal positif harusnya kita tumbuhkan sejak dini, karena jika kita memiliki rasa cemburu, maka itu berarti kita merasa memiliki akan suatu hal tersebut. Berikut rasa cemburu yang semestinya ada dan harus kamu tumbuhkan:


1. Cemburu dalam berumah tangga.
Dalam berumah tangga, rasa cemburu sangat patut kita tumbuhkan. Jika kita merasa cemburu, itu berarti tanda sayang dengan pasangan kita. Sebagai contoh: seorang suami sangat tidak ingin melihat istrinya terlalu dekat dengan pria lain yang bukan muhrimnya, atau sebaliknya. Kenapa demikian? Karena jika kita membiarkan pasangan kita terlalu dekat dengan orang yang bukan muhrimnya, itu berarti kita mebiarkan pasangan kita mendekati maksiat. Kita patut menjaga pasangan kita agar tidak melakukan perbuatan dosa. Tentunya kecemburuan ini harus dilandaskan dengan suatu hal yang sudah pasti terjadi bukan dugaan.
Pernah ada suatu kisah yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu’alaihi wa salam: “Sesungguhnya Allah. swt tidak melihat kepada ad-dayyuts pada hari kiamat, dan tidak akan memasukkannya ke dalam surga”.
Dayyuts adalah seorang suami yang tidak memiliki sifat cemburu dan membiarkan isterinya berbuat maksiat. Dan sebaliknya, suami yang terlalu berlebihan rasa cemburunya akan hidup sengsara dan tersiksa, bahkan jarang seorang isteri yang mampu hidup lama dengannya, karena selalu merasa diawasi dan merasa tertekan. [1]

2. Cemburu dengan orang yang melakukan kebaikan, sehingga kita merasa terpacu secara emosional untuk lebih dari mereka.
Cemburu jenis ini harusnya diimbangi dengan kemampuan mengukur/menilai diri sendiri. Kita harus mampu mengukur/menilai fisik, mental dan materi yang kita punya. Tak harus dipaksakan jika memang kita tidak mampu atau tidak punya, tapi jika kita mampu maka hukumnya wajib.
Sebagai contoh orang kaya yang dermawan selalu membantu orang malalui materi kekayaan yang dia punyai. Lantas kita mengukur kadar dan kemampuan materi kekayaan yang kita punya, jika kita pun merasa berat, maka kita masih bisa membantu orang lain menggunakan fisik atau mental (nasehat/semangat). Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Makanya berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Q.S Al-Baqarah : 148)
3. Cemburu akan suatu barang atau hal.
Cemburu jenis ini juga patut kita tumbuhkan karena ini berarti kita merasa memiliki akan suatu barang atau hal tersebut. Kita takut nanti barang atau hal tersebut diambil orang. Sebagai contoh, barang seni atau budaya Bangsa Indonesia; ketika kita melihat bangsa lain lebih banyak mengekspose barang seni atau budaya bangsa kita, maka kita patut cemburu dengan bangsa tersebut, karena kita takut nantinya malah barang tersebut diklaim milik mereka. Untuk mengantisipasi hal tersebut kita harus lebih gencar mengekspose daripada mereka. Ingat! Lebih baik mencegah dari pada memperbaiki!

4. Cemburu dalam keluarga.
Tentunya ini masih dalam konteks positif ya. Contohnya, ketika kita melihat kakak/adik kita memberikan perhatian yang lebih dengan oran tua kita. Terkadang rasa cemburu itu menggerogoti kita, kita takut nanti orang tua kita lebih sayang dengan kakak/adik kita. Eits, tapi tunggu dulu, rasa sayang orang tua dengan anaknya adalah sama rata sesuai dengan porsinya. Tapi bagaimanapun juga, kita tetap harus berlomba-lomba untuk membahagiakan oran tua kita.

5. Cemburu dalam hal penampilan.
Cemburu jenis ini erat kaitannya dengan materi/kekayaan yang kita miliki. Memang tampil lebih cantik/tampan itu perlu, tapi ingat, berpenampilanlah sesuai dengan isi kantongmu. Kamu bisa tampil lebih cantik/tampan secara natural dengan memelihara kebersihan tubuhmu. Mengenai pakaian, kamu bisa melakukan hal kreatif dengan mix and match pakaian yang kamu punya; tidak harus baru!

6. Cemburu dalam beribadah.
Cemburu jenis ini hampir sama kaitannya dengan cemburu poin kedua. Bedanya, cemburu dalam beibadah langsung berhubungan dengan Tuhan. Kita berlomba-lomba mendapatkan posisi yang terbaik dihadapan Tuhan.

7. Cemburu bagi kalangan traveling/pecinta alam.
Cemburu jenis ini patut kita contoh wanKawan. Tapi bukan berarti cemburu ketika melihat teman-teman kita sedang traveling, ya. Boleh kita cemburu dan mengikuti teman-teman yang sering traveling, tapi sesuaikan dengan kantong masing-masing, ya. Liburan juga penting kok! Contoh cemburu jenis ini adalah, ketika kita melihat teman-teman kita yang selalu melestarikan alam, tidak merusaknya sehingga kita cemburu dengan kegiatan mereka. kemudian kita berusaha berlomba-lomba juga untuk melestarikan alam.

Kawan, sudah kah kamu mempunyai rasa cemburu seperti yang di atas?
Saya harap kamu senantiasa memupuk rasa cemburu yang selalu berbau positif ya…

Footnote:


 Cemburulah sesuai kadarnya cemburu, tak kurang, dan tak lebih! Cemburu itu perlu.

#NulisRandom
#NulisRandom2017

Baca juga:

Popular

LOMBA MENULIS CERITA PENDEK HARI PAHLAWAN PRESENT by BELIGAT UPDATE.COM & JOLORO 72 STORE

Asiknya Mandi di Air Terjun Sando, Lubuklinggau, Sumatera Selatan

Lidah Mertua: Kumpulan Puisi yang Sangat Menggugah Hati

Kamu Adalah Pemenang Jika Berhasil Menghatamkan Sang Pemenang Berdiri Sendiri (Review Novel Karya Paulo Coelho)

13 Jenis Headline yang Mematikan dalam Copywriting