Lailatul Qadar Datang Menghampiriku


Malam itu berjalan tegap menghampiriku
Hembusan nafasnya tak terasa dingin pun panas
Wajahnya bersinar terang karena sering berwudhu
Seketika datang dengan tentram, mendelik tanpa bias

Aku temangu, menggigil yang tak ber-arti
Sepertinya Ia tak datang sendirian
Bersama malaikat, tepat dibelakang, berdiri
Bulan yang masih bersungut malu tetap berada di tepian

Kutampar muka ini, hampir lebam
Ternyata malam benar datang
Hingga kukembali tertidur lelap dalam kelam
Dalam mimpi malam itu kembali datang

Ketika Mentari datang, Malam berlari tunggang langgang
Pagi menyapaku lembut, dan tak menjilatku dengan hangat
Sepertinya Malam dan Pagi telah berjanji: mereka bernafas dengan tenang
Kurasa ketika mereka datang hati tak membuncah pun mengerang

Esoknya kembali aku berpuasa
Sambil menanti datangnya hari raya
Dan tak lama lagi, kita saling meminta maaf atas khilaf dan dosa
Serta mulut yang selalu berucap syukur kepada yang Maha Kuasa



#NulisRandom
#NulisRandom2017

Popular

13 Jenis Headline yang Mematikan dalam Copywriting

Asiknya Mandi di Air Terjun Sando, Lubuklinggau, Sumatera Selatan

MAU HIDUP ABADI? MENJADI NARABLOG JAWABANNYA!

Berimajinasi Bersama Novel Anti-Mainstream: Curriculum Vitae