Sore yang Mengejar Kepastian


Keindahan itu terkadang tak bertahan lama,
Sedikit detik terlewat, keindahan itu memudar,
Se-senti bergerak, keindahan itu akan berpindah,
Sesunggahnya keindahan itu tak ada yang abadi.

Indahnya langit sore itu,
Ingin rasanya kurekam,
Tapi apalah daya,
Indahnya memang tak kekal.


Bukan karena hal apa tak bisa kurekam,
Semua sedang menunggu kepastian, tak hanya satu,
Ingin kuceritakan keindahan itu,
Tapi apalah daya, katanya semua butuh bukti, tak cukup ucapan.

Jika memang jiwa ini ingin meronta,
Sudah sedari jauh sebelumnya,
Lihatlah sekarang,
Sama seperti dulu, badan, kepala, otak ini hanya satu.

Belum bisa Dia berikan lebih.

Siapa yang tak resah menunggu kepastian,
Aku pun begitu,
Siapa yang tak ingin cepat, dari pada menunggu sepersekian,
Aku pun begitu.

Usaha ini bukan ingin minta dihargai atau diperlihatkan,
Tapi itulah yang sedang dilakukan,
Jika ingin cepat marilah bergerak bersama saling menopang,
Jika itu pun sepertinya belum bisa, siapa tahu pengertian bisa bertindak,

Jikalau pun tak bisa,

Aku pun kehabisan kata.




=========================================================================
Layaknya langit tadi yang sedang mengejar kepastian,
Kepastian malam yang akan gelap,
Gelap tanpa melekatnya cahaya,
Cahaya yang hilang di langit sore tadi.

Popular

LOMBA MENULIS CERITA PENDEK HARI PAHLAWAN PRESENT by BELIGAT UPDATE.COM & JOLORO 72 STORE

Asiknya Mandi di Air Terjun Sando, Lubuklinggau, Sumatera Selatan

Lidah Mertua: Kumpulan Puisi yang Sangat Menggugah Hati

Kamu Adalah Pemenang Jika Berhasil Menghatamkan Sang Pemenang Berdiri Sendiri (Review Novel Karya Paulo Coelho)

13 Jenis Headline yang Mematikan dalam Copywriting