'Kan Menjadi Satu

Terimakasih untuk waktumu yang sabar menunggu.
Untuk pengertianmu yang mau menerima aku apa adanya.
Untuk kepercayaanmu yang mau menggantungkan masa-depanmu bersamaku.
Dan untuk semua yang sedang kita perjuangkan bersama.


Mengandaikan bumi yang selalu sabar menunggu waktunya hujan dan kemarau, hadir tepat pada waktunya.
Seperti karang pantai yang telah lama mengerti dan menerima ombak sebagai teman sejatinya.
Dan layaknya kepercayaan anak Rajawali ketika diajarkan terbang oleh induknya.
Yakinlah, pertolongan Allah akan hadir tepat pada waktunya.

Sekarang kita sedang mencoba bermunajat pada-Nya
untuk percaya nanti ‘kan bahagia pada waktunya
aku dan kamu menyatu menjadi keluarga
untuk selamanya.

Kau tahu, aku, kamu
        Ibuku, Ibumu
                   Ayahku, Ayahmu
Keluarga kita 'kan menjadi satu

Menjalin keluarga baru.


Lubuklinggau, 15 November 2016

Comments

Popular

Hujan Turun dari Bawah: Puisi yang Hidup nan Berwarna

Bukit Sulap dan Hikayat Putri yang Hilang

AKU (TAK) MEMILIH

Asiknya Mandi di Air Terjun Sando, Lubuklinggau, Sumatera Selatan