Taji Tadi

Cinta, kini datang dengan membawa taji,
ingin membunuh hingga aku mati,

cinta, kau pernah menunjukkan cinta suci nan abadi,
cinta kepada sang ilahi,

cinta, kau pernah hadir untuk manusia pertama di bumi,
dan cinta kaulah yang melahirkan hawa karena adam merasa sepi,

cinta, kemudian kau tunjukkan cinta abadi, kemudian lagi, karena perihal hati, cinta abadi pergi,
dan karena itulah turun manusia ke bumi, berharap mengajarkan cinta yang abadi.

Cinta, kini kau datang kembali,
untuk kekasih yang ada di bumi ini,

cinta, katamu yang ada di bumi ini, bukanlah cinta abadi,
dan kau tunjukkan itu benar-benar terjadi, inilah realita bumi,

cinta, walau kau dulu pernah menyakiti,
tapi kini, aku tak mau terulang lagi,

cinta, terkadang kau terlalu egois, tak memikirkan hati ini,
kau buat hati ini meringis seakan mau mati,

cinta, cobalah mengerti,
sekarang hati ini sudah letih, tertatih, lirih sendiri,

cinta, kini aku juga mencoba mengerti,
mencoba mencintai makhluk bumi karena Sang Ilahi,

cinta, bukankah ini yang pernah kau ajari,
semoga ilmu ini bisa menjadi pegangan hati,

cinta, kau dulu juga pernah berjanji,
untuk yang terakhir kali,

cinta, kini kau datang kembali membawa bidadari,
berharap ini bidadari terakhir untuk hidup ini,

cinta, aku berharap ini benar terjadi,
jangan kau buat ini menjadi dongeng lagi,

cinta, aku tahu kau kekal abadi,
dan kini kau datang dengan membawa taji.

Popular

LOMBA MENULIS CERITA PENDEK HARI PAHLAWAN PRESENT by BELIGAT UPDATE.COM & JOLORO 72 STORE

Asiknya Mandi di Air Terjun Sando, Lubuklinggau, Sumatera Selatan

Lidah Mertua: Kumpulan Puisi yang Sangat Menggugah Hati

Kamu Adalah Pemenang Jika Berhasil Menghatamkan Sang Pemenang Berdiri Sendiri (Review Novel Karya Paulo Coelho)

Pengumuman 11 Nominasi Cerpen Terbaik Lomba Menulis Cerpen Tema Pahlawan